Dalam memasuki MEA dibutuhkan SDM yang berkualitas. Blog ini berisi motivasi, kreatifitas dan manajemen improvement untuk menunjang peningkatan Sumber Daya Manusia

Jumat, 17 Maret 2017

Innovation: Bukanlah Sebuah Pilihan tapi Keharusan (Not Choice It's Must)


Act & Think Different
Act & Think Different 



Innovasi adalah perubahan proses secara terus menerus

Pada saat Thomas Alfa Edison menciptakan bola lampu, semua orang tidak akan pernah membayangkan bahwa bola lampu akan berubah menjadi lampu pijar dengan energy saving atau bahkan LED, namun pada akhirnya semua itu kini menjadi kenyataan bahkan kini hampir semua orang sudah beralih menggunakan LED. Pada contoh diatas innovasi dapat diartikan perubahan atau penyempurnaan


Contoh lain adalah dulu kita mulai mengenal handphone sebagai alat komunikasi yang mobile dengan fitur telephone dan sms. Namun kini hadir smartphone dengan segudang fitur seperti tv, mp4, kamera dan masih banyak lagi. Tanpa innovasi semua itu tidak akan terjadi itulah kenapa innovasi dikaitkan dengan perbaikan secara kontinyu. Contoh diatas hanyalah sebagian kecil dari definisi inovasi dan masih banyak definisi-definisi yang lain menurut para ahli antara lain:
Inovasi Menurut Para Ahli


1. Everett M. Rogers

Menurut Everett M. Rogers menyatakan bahwa inovasi yaitu sebuah ide, gagasan, praktek ataupun objek/benda yang disadari dan diterima yang sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang ataupun kelompok untuk diadopsi.


2. Stephen Robbins

Menurut Stephen Robbins mendefinisikan bahwa inovasi yaitu sebagai sebuah gagasan baru yang diterapkan untuk memprakarsai atau memperbarui suatu produk atau proses dan jasa.


3. Van de Ven, Andrew H

Menurut Van de Ven, Andrew H menyatakan bahwa Inovasi ialah suatu pengembangan dan implementasi suatu gagasan-gagasan baru oleh orang yang dimana dalam jangka waktu tertentu melaksanakan sebuah transaksi-transaksi dengan orang lain dalam suatu tatanan organisasi.


4. Kuniyoshi Urabe

Menurut Kuniyoshi Urabe menyatakan bahwa Inovasi bukan merupakan suatu kegiatan satu kali pukul (one time phenomenon),melainkan sebuah proses yang panjang dan kumulatif yang meliputi banyak proses pengambilan dalam keputusan di dan oleh organisasi dari mulai pada penemuan gagasan sampai implementasinya di pasar.


5. UU No. 18 tahun 2002

Inovasi yaitu suatu kegiatan penelitian, pengembangan, dan/atau perekayasaan yang mempunyai tujuan untuk mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau cara baru untuk menerapkan sebuah ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam suatu produk atau proses produksi.


6. Stephen Robbins (1994)

Menurut Stephen Robbins mengungkapkan bahwa inovasi ialah sebagai suatu gagasan baru yang diterapkan untuk memprakarsai atau memperbaiki sebuah produk atau proses dan jasa.

Ciri-Ciri Inovasi

Memiliki ciri khas yang artinya sebuah inovasi memiliki ciri yang khas dalam setiap aspeknya, entah itu dalam program, ide atau gagasan, tatanan, sistem dan dalam kemungkinan hasil yang baik sesuai yg diharapkan.
Memiliki ciri atau unsur kebaruan, yang artinya yaitu sebuah inovasi harus memiliki suatu karakteristik yang sebagai suatu karya dan buah pemikiran yang memiliki ke originalan & kebaruan.
Dalam Program inovasi ini dilakukan lewat program yang terencana, yang artinya bahwa suatu inovasi dilakukan lewat suatu bentuk proses yang tidak tergesa-gesa, tapi dipersiapkan dengan secara matang, jelas dan direncanakan terlebih dahulu.
Suatu Inovasi yang diluncurkan memiliki suatu tujuan, suatu program inovasi yang dilakukan harus memiliki arah kemana tujuannya dan target yang ingin dicapai.

Innovasi is more than think different

Ada slogan yang mengatakan "Think Different" dari sebuah perusahaan, yang berarti berfikir beda. Namun menurut saya hanya berfikir yang beda saja tidak akan cukup membuat sebuah karya tanpa tindakan yang nyata. Oleh karena itu disini saya mencoba mengganti slogan tersebut menjadi “Act & Think Different” yaitu berfikir sekaligus bertindak beda. Sebuah konsep yang brilian dengan perencanaan yang sangat matang hanya akan tetap menjadi konsep selama tidak ada eksekusi, sebaliknya sebuah ide yang sederhana bisa menjadi sebuah karya besar jika mampu kita eksekusi dengan baik. Bahkan dalam buku The 4 Disciplines of Execution. The Secret To Getting Things Done, On Time, With Excellence mengatakan sebuah eksekusi jauh lebih baik daripada rencana yang sangat baik tanpa eksekusi.

Langkah-langkah populer dalam melakukan innovasi adalah konsep 8 Langkah Kaizen dan Continuous Improvement

"Sebaik apapun sebuah rencana tetaplah menjadi sebuah rencana tanpa adanya tidakan nyata"


Innovation in Global Competition

Agile di era Disruptive

Disruptif dalam bahasa Indonesia artinya mengganggu, sedangkan Menurut Wikipedia Inovasi yang disruptif (disruptive innovation) adalah inovasi yang membantu menciptakan pasar baru, mengganggu atau merusak pasar yang sudah ada, dan pada akhirnya menggantikan teknologi terdahulu tersebut. Inovasi disruptif mengembangkan suatu produk atau layanan dengan cara yang tak diduga pasar, umumnya dengan menciptakan jenis konsumen berbeda pada pasar yang baru dan menurunkan harga pada pasar yang lama.


Istilah Disruptif Innovation atau Inovasi yang disruptif Pertama kali dicetuskan oleh Clayton M. Christensen dan Joseph Bower pada artikel "Disruptive Technologies: Catching the Wave" di jurnal Harvard Business Review (1995). Salah satu contoh dari Inovasi yang Disruptif adalah Portal berita digital yang menggatikan Koran/Majalah yang dulu sebagai satu-satunya sumber informasi. Kini dengan adanya portal berita digital hampir semua orang lebih memilih membaca berita secara online dibandingkan membaca lewat koran atau majalah. Itulah mengapa Portal berita digital dikatakan sebagai Inovasi yang Disruptif karena merusak pasar media cetak.


Contoh diatas hanyalah salah satu contoh bagaimana disruptif inovasi mengganggu pasar/usaha sebelumnya. Contoh lain adalah

Hilangnya Floppy Disk karena Inovasi CD dan USB
Kamera Film sudah tidak bisa dijumpai lagi karena Inovasi Kamera Digital
Usaha Wartel tergerus oleh Inovasi Mobile Phone
Toko/pasar dan pusat perbelanjaan tergerus oleh inovasi toko online
Dan masih banyak sekali contoh-contoh lain yang belum disebutkan


Kini di Indonesia banyak bermunculan perusahaan-perusahaan startup yang memanfaatkan inovasi disruptif yang banyak diantaranya menjadi fenomenal karena nilainya yang menjadi sangat besar.

Dalam menghadapi era yang semakin disruptive maka strategy yang kita pakai harus agile, Lincah namun juga tetap mempertimbangkan faktor resiko. Kita boleh berfikir liar atau lebih populer dengan istilah think & act out of the box namun tetap harus realistic. Menurut Yoris Sebastian Pengusaha sekaligus founder OMG Creative Consulting dan juga pernah menjadi GM termuda HardRock Cafe mengatakan bahwa Dalam berinovasi ia menggunakan konsep 70:20:10 .


70% adalah berfikir yang aman karena pada dasarnya dapur harus tetep ngebul. 20% adalah berfikir yang sedikit beresiko dan 10% adalah yang resikonya sangat besar yang ini sering kita sebut think out of the box.


Fenomena Perusahaan Start Up

Belakangan ini kita banyak mendengar perusahaan start up. Namun mungkin beberapa diantara kita belum paham apa itu start up. Kata Start Up sendiri merupakan kata serapan dari bahasa Inggris yang berarti memulai sesuatu. Dalam konteks ini berarti Perusahaan Start Up adalah perusahaan yang belum lama beroperasi. Perusahaan tersebut sebagian besar merupakan perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan.


Kata startup mulai berkembang pada tahun 90an hingga kini perusahaan start up sering dikaitkan dengan berbau tehnologi, web, internet dan yang berhubungan dengan ranah tersebut. Nyatanya memang sebagian perusahaan start up saat ini lahir dari perkembangan tehnologi saat ini, kita ambil contoh gojek, didirikan pada tahun 2010 oleh Nadiem Makarim gojek kini menjadi perusahaan start up dengan value yang cukup besar. Beberapa saat setelah didirikan capital value dari gojek mungkin hanya sekitar 8 juta US Dollar, Namun kabar terbaru setelah mendapat suntikan dana dari investor nilainya sudah mencapai 1,3 Milyar US Dollar atau kira-kira 17 Triliun sebuah angka yang sangat fantastis. Ilustrasi diatas hanyalah sebuah contoh, dan masih banyak lagi seperti bagaimana Buka Lapak dari sebuah garasi mampu menjadi top situs jual beli online di Indonesia (Alexa Trafic Rank ID = 11)


Mungkin nilai riil dari perusahaan tersebut jauh dibawah dari capital value dari perusahaan tersebut, namun faktanya perusahaan-perusahaan tersebut masih banyak diburu oleh para investor yang membuat harganya semakin melambung, padahal disisi lain banyak perusahaan tersebut yang masih dalam tahap burning money artinya masih menghabiskan banyak dana untuk membesarkan perusahaan sedangkan profit yang didapatkan belum sepandan. Namun pada akhirnya nanti ketika konsumen sudah tergantung dari produk tersebut maka barulah perusahaan tersebut bisa panen.


Dampak kondisi tersebut tentunya akan menimbulkan persaingan yang semakin sengit, siapa yang bisa beradaptasi lebih cepat dialah pemenangnya.


Revolusi Industri 4.0

Menurut Klaus Schwab, ekonom sekaligus pendiri dan executive chairman World Economy Forum (WEF) "Sebenarnya kita sedang berada di ambang era baru di mana konsep-konsep ekonomi tradisional tidak lagi bisa diandalkan” Ketika perekonomian Cina sedang mengalami pergeseran, ternyata, tanpa kita sadari perekonomian dunia pun sedang menuju sebuah era baru terutama di sektor per industrian dan manufaktur.
Perkembangan teknologi dunia mengalami perkembangan pesat dan sangat mempengaruhi dunia bisnis bahkan kehidupan personal. Menurut Schwab transformasi yang terjadi sebagai dampak perkembangan teknologi dinilai berskala besar dan kompleks, bahkan belum pernah dialami sepanjang sejarah. Transformasi mulai dikenal dengan istilah Industri 4.0.





Kondisi saat ini disarakan bergerak begitu cepat dan saling terkoneksi mulai dari tehnologi, politik, informasi, kependudukan, bisnis dan ekonomi, semua saling terkoneksi dan bergerak semakin cepat.

Lalu apa sesungguhnya Revolusi Industri 4.0?

Menurut Kanselir Jerman, Angela Merkel, pada pertemuan tahunan WEF 2015, Industri 4.adalah mengintegrasikan dunia online dengan produksi industri. Gambarannya adalah bayangkan sebuah pabrik pintar yang di dalamnya mesin-mesin dan robot mampu bekerja menjalankan tugas-tugas rumit, bertukar informasi, saling memberi dan menerima perintah secara otomatis tanpa melibatkan manusia. Semua proses produksi tersebut berjalan dengan internet sebagai penopang utama. Semua obyek dilengkapi perangkat teknologi yang dibantu sensor mampu berkomunikasi sendiri dengan sistem teknologi informasi.


Sejarah Revolusi Industri

Industri 1.0

Dimulai dari abad 18 dimana pada saat itu James Watt menemukan mesin uap, yang membuat manusia beralih dari mengandalkan tenaga hewan ke mesin-mesin produksi mekanis.

Industri 2.0

Revolusi industri kedua berlangsung di sekitar 1870 ketika perindustrian dunia beralih ke tenaga listrik yang mampu menciptakan produksi massal.

Industri 3.0

Revolusi industri ketiga terjadi di era 1960-an saat perangkat elektronik mampu menghadirkan otomatisasi produksi.

Industri 4.0

Kini, perindustrian dan manufaktur dunia bersiap menghadapi revolusi industri keempat; Industri 4.0. Bayangkan ada mobil yang berjalan tanpa pengemudi? Atau mencetak mobil dalam format tiga dimensi? Atau mungkin mesin yang mampu membaca pikiran manusia? Itu adalah gambaran yang akan terjadi pada revolusi 4.0
"Perubahan bergerak semakin cepat, hanya orang yang mampu beradaptasi dengan cepat yang akan mampu bertahan"

Apa dampaknya bagi manusia

Selain realistis dan akan terjadi Industri 4.0 juga akan membawa dampak yang sangat besar, pengangguran dunia diprediksi membengkak. Pabrik pintar sebagai produk Industri 4.0 nyaris tidak membutuhkan tenaga manusia, tenaga kerja. Mesin-mesin dan robot pengganti tenaga manusia bakal hadir. Betul, gelombang Industri 4.0 masih menyisakan ruang bagi tenaga manusia, tapi ini sangat terbatas hanya pada tenaga-tenaga kerja terampil. Dampak yang lebih mengkhawatirkan, kesejahteraan hanya akan terpusat pada negara atau perusahaan yang mampu menghadirkan pabrik pintar. Pengangguran dunia hampir pasti meningkat justru ketika kesejahteraan terkonsentrasi pada segelintir elite ekonomi.
Banyak orang berpendapat Industri 4.0 tidak akan terealisasi dengan cepat. Namun Suka atau tidak, model baru pengelolaan bisnis akan muncul. Pasar tenaga kerja dan dunia kerja akan berubah drastis sebagai dampak digitalisasi kegiatan ekonomi. Di satu sisi, kekhawatiran meningginya tingkat pengangguran akan terus membayangi perekonomian. Di sisi lain, Industri 4.0 justru membuka peluang baru bagi kreativitas tenaga kerja sekaligus menaikkan standardisasi tenaga kerja terampil. demi mengantisipasi dampak tren baru Industri 4.0. Untuk itulah kita perlu terus berinovasi.

"Salah satu cara untuk bertahan adalah berlari secepat mungkin menghadapi masa depan"

Jangan Menjadi Penonton Dirumah Sendiri

Setelah disepakatinya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) atau ASEAN Economic Comunity, maka praktis Indonesia akan terlibat persaingan bebas secara dengan negara-negara di ASEAN. Tanpa persiapan yang matang dan sikap mental kita yang berubah dalam menghadapi persaingan tersebut maka bukan tidak mungkin kita akan menjadi penonton dirumah sendiri. Menjadi penonton di tempat orang lain mungkin bisa memberikan pengalaman untuk kita terapkan tapi bagaimana dengan ditempat sendiri. Sangat memprihatinkan bukan, seharusnya dengan bonus demografi yang dimiliki Indonesia akan membuat kita mampu bersaingan dengan negara lain. Bonus Demografi artinya Suatu Fenomena dimana Struktur Penduduk sangat menguntungkan dari sisi pembangunan karena jumlah penduduk usia produktif sangat besar. Menurut data Indonesia diprediksi mendapat bonus demografi pada tahun 2020-2030 dimana usia produktif (15-64 tahun) mencapai 70% atau sekitar 180 juta.


Dan Akhirnya semoga kita bisa memanfaatkan bonus demografi tersebut untuk bisa menjadi pemenang di rumah sendiri dan rumah orang lain. Tentunya dengan merubah mental kita untuk selalu beradaptasi menyesuaikan dengan kondisi yang ada serta berfikir satu atau dua langkah kedepan.






Sumber :


Disarikan dari berbagai sumber




Share:

Selasa, 01 Maret 2016

Mari Kita Renungkan Apakah Waktu hanya sekedar Uang???

Time and Money
Time not about Money



Apakah Benar Waktu adalah Uang?


Jika kita sering membaca cerita-cerita motivasi tentang waktu, maka kita akan mendengar ucapan bahwa waktu adalah uang. Namun coba kita simak cerita berikut ini :

Rudi merupakan seorang kepala cabang di suatu perusahaan swasta, setiap hari ia berangkat kerja pukul 6 pagi dan baru pulang pukul 9 malam. Malam itu Rudi seperti biasanya ia pulang kerumah pada malam hari, namun ada yang berbeda pada malam itu. Anaknya yang bernama Ihsan yang baru duduk di kelas 2 SD masih belum tidur, padahal biasanya ia sudah tidur ketika Rudi pulang dan baru bangun tidur ketika Rudi akan berangkat ke kantor.

Rudi pun bertanya "Kok belum bobok sayang?"

"Belum yah, Ihsan nunggu ayah dari jam 8 tadi. Ihsan mau nanya berapa gaji ayah sebulan"

"Gaji ayah tiap hari kira-kira Rp 400.000 dan ayah bekerja selama 10 jam. Tiap bulan dihitung rata-rata 25 hari kerja, jadi berapa gaji ayah, kamu bisa hitung, khan kamu sudah kelas 2 SD" jawab ayahnya sambil tersenyum lalu masuk kemarnya

Ihsan pun bergegas ke kamarnya dan mulai mencorat-coret dikertas lalu mulai menghitungnya. Setelah selesai menghitung iapun kembali ke kamar ayahnya sambil menunggui ayahnya yang baru selesai ganti baju.

"Yah jadi gaji ayah kira-kira perjam Rp 40.000" kata Ihsan

"Wah pinter sekali anak papa"

"Yah boleh nggak Ihsan pinjam uang Rp 5.000 saja"

"Buat apa minta uang malem-malem begini, besok aja kalau mau beli mainan" kata ayahnya

"Ihsan tidak ingin minta uang, Ihsan cuma mau pinjem uang papa"

Papanya yang sudah kecapaian mulai menghardik anaknya "Sudah-sudah. Tidur Sekarang!"

Bocah kecil itupun menangis lalu berjalan menuju kamarnya. Sambil memegangi uang 15.000 miliknya ia masih menangis didalam kamar. Rudipun merasa menyesal karena telah menghardik anaknya, lalu menghampiri Ihsan yang sedang terisak didalam kamarnya.

"Nak, buat apa minta uang malam-malam, kalau mau beli mainan besok saja, jangankan lima ribu, lebih dari itu juga papa kasih." kata Rudi sambil mengelus kepala bocah kecilnya

"Papa, Ihsan tidak mau beli mainan, Ihsan cuma mau pinjem uang papa, papa dibayar 40.000 sejam, kata mama waktu papa sangat berharga makanya Ihsan mau beli waktu papa, Ihsan punya uang 15.000 makanya Ihsan mau pinjem uang papa 5000, nanti Ihsan ganti kalau tabungan Ihsan dari uang jajan Ihsan sudah cukup, Ihsan mau mengajak papa bermain ular tangga setengah jam saja"

Rudipun tidak bisa mengeluarkan kata-kata lagi dipelukerat bocah kecil itu sambil berkaca-kaca.

#Cerita diatas hanyalah sebuah ilustrasi, jika ada kesamaan nama dan tempat karena factor kebetulan
Dari cerita diatas masihkan kita akan berfikir bahwa waktu adalah uang? Waktu bukan sekedar uang tapi waktu melebihi uang. 


Konsep Past, Present dan Future

Jika kita telaah dalam-dalam maka waktu bisa kita bagi menjadi 3 yaitu :
PAST "masa lalu, 2 tahun yang lalu, 2 hari yang lalu, 2 jam yang lalu, 1 detik yang lalu. Masa yang tidak akan pernah kembali, baik itu kesuksesan mapun kegagalan, masalalu adalah catatan, masa lalu adalah sejarah. Jika masa lalu adalah kesuksesan catat itu dan tingkatkan. Jika masa lalu adalah kegagalan, catat itu agar kegagalan itu tidak akan pernah terulang lagi."
PRESENT "Masa kini, sekarang saat dimana kita membaca tulisan ini. jika masa lalu hanyalah catatan, maka masa kini adalah gerbang menuju masa depan. Lakukan apa yang bisa membuat masa depan kita lebih cerah."
FUTURE "Masa Depan, 2 tahun lagi, 2 hari lagi, 1 jam lagi, 1 detik lagi. Kita tidak akan tau apa yang akan terjadi dimasa depan, karena masa depan adalah gelap, yang tidak ada satupun yang tau, hal positif yang kita lakukan hari ini pasti akan berbuah positif dan hal negatif pasti akan berbuah negatif, oleh karena itu isilah hari ini dengan segala sesuatu yang positif.


[103:1] Demi masa.
[103:2] Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,[103:3] kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Pada akhirnya semoga tulisan ini bisa menginspirasi kita untuk selalu menghargai waktu yang sangat singkat ini untuk kehidupan yang lebih baik

Oleh Resan Arts 2011-dari berbagai sumber



Share:

Minggu, 14 Februari 2016

5S sebagai Dasar Productivitas dan Cerminan Budaya Kaizen

Kaizen dan 5S
5S dan Budaya Kaizen

Pengertian 5S Secara Umum


Salah satu definisi 5S yang umum adalah suatu metode penataan dan pemeliharaan wilayah kerja secara intensif yang digunakan oleh manajemen dalam usaha memelihara ketertiban, efisiensi, dan disiplin di lokasi kerja sekaligus meningkatan kinerja perusahaan secara menyeluruh yang pelaksanaannya melibatkan seluruh karyawan suatu perusahaan
Pada awalnya 5S diperkenalkan di Jepang, namun kini 5S sudah diterapkan hampir diseluruh dunia dan dikenal dengan istilah-istilah lainnya seperti 5K, 5R, 5S, dan 5P yang merupakan singkatan dari bahasa-bahasa yang berbeda namun memiliki arti atau rumusan yang sama.
Gambar berikut adalah beberapa istilah lain dari 5S.

Istilah 5S
Istilah-istilah lain 5S

Tujuan dan Manfaat Penerapan 5S

Tujuan utama penerapan 5S adalah meningkatkan kualitas dan efisiensi tempat kerja guna mencapai produktivitas yang tinggi
Sedangkan beberapa manfaat ketika suatu perusahaan menerapkan 5S antara lain :
  1. Meningkatkan produktivitas karena pengaturan tempat kerja yang lebih efisien.
  2. Meningkatkan kenyamanan karena tempat kerja selalu bersih dan menjadi luas/lapang.
  3. Mengurangi bahaya di tempat kerja karena kualitas tempat kerja yang bagus/baik.
  4. Menambah penghematan karena menghilangkan berbagai pemborosan di tempat kerja baca juga Seven Waste

Urutan Pelaksanaan 5S

SEIRI atau Ringkas

Urutan pertama dalam pelaksanaan 5S adalah Seiri atau juga dikenal dengan bahasa lain yaitu ringkas. Pada tahap ini aktifitas yang dilakukan adalah memilah-milah semua barang dan memberi identitas apakah barang tersebut masih berguna atau tidak. Dalam proses ini bisa menggunakan salah satu Seven Tools yaitu Checksheet.Selain itu juga dikenal Red Tag Strategy atau Kartu Merah, yang mana barang yang tidak digunakan diberi label atau tag merah yang nanti akan dibuang atau disingkirkan.
Checksheet Seiri
Contoh Checksheet Seiri
implementasi seiri
Implementasi Seiri

SEITON atau RAPI

Rapih atau Susun adalah step kedua dalam pelaksanaan 5S, disini aktifitas yang dilakukan adalah menata, menyusun atau meletakkan barang sesuai dengan klasifikasi yang sudah kita data dari Checksheet Pada SEIRI. Pada tahap ini yang terpenting adalah managemen barang yang masih digunakan berdasarkan jenis barang dan juga tingkat keseringan dalam penggunaan. Barang yang sering digunakan agar ditempatkan ditempat yang mudah dijangkau dan diberi label atau identitas agar mudah pada saat pencarian sehingga membuat efisien dalam proses kerja. Langkah ini juga dikenal sebagai Signboard Strategy.
Implementasi Seiton
Implementasi Seiton

SEISO atau RESIK

Tahapan 5S yang ketiga adalah Seiso atau Resik. Secara harfiah resik berarti membersihkan. Apa yang harus dibersihkan? Ingat pada tahap Seiri tadi ketika kita menemukan barang yang tidak digunakan maka action yang kita ambil adalah dibuang. Proses tersebut dapat kita lakukan pada tahap ini untuk benar-benar memastikan bahwa barang-barang tersebut memang tergolong sampah atau tidak digunakan. Selain itu kita juga membersihkan barang-barang yang masih digunakan agar tetap bersih dan terjaga sehingga fase ini juga dikenal dengan preventive Maintenance yang mana digunakan untuk mencegah terjadinya breakdown salah satunya.
Selain aktifitas membersihkan ada aktifitas lain yang dilakukan antara lain adalah melihat apakah barang yang masih digunakan stoknya berlebihan atau tidak, jika berlebihan maka dapat disimpan atau mengurangi level stok sehingga dapat mengurangi salah satu waste yaitu stock yang berlebihan.


Implementasi Seiso
Implementasi Seiso

SEIKETSU atau RAWAT

Setelah kita menjalankan ketiga tahap diatas (Seiri, Seiton, Seiso) maka langkah selanjutnya adalah membuat suatu standard agar dalam proses kerja tetap terjaga atau terawat. Kita juga membutuhkan jaminan bahwa barang-barang tetap dipilah sesuai dengan klasifikasinya (seiri), barang-barang tetap teridentifikasi dan diletakan pada tempatnya (seiton) dan juga tetap bersih dari debu sampah maupun kotoran serta stok yang melimpah (seiso). Standarisasi dapat berupa Instruksi Kerja (IK) atau Work Intruction, Operating Prosedur dan lain-lain


implementasi seiketsu
Implementasi Seiketsu

SHITSUKE atau RAJIN

Definisi dari shitsuke sendiri bisa bermacam-macam, salah satunya adalah penyadaran diri akan etika kerja disiplin terhadap standard, saling menghormati, malu melakukan pelanggaran dan senang melakukan perbaikan, sehingga shitsuke lebih dapat diartikan dengan sikap mental dalam pelaksanaan 5S yang berasal dari diri sendiri. Sikap mental tersebut hanya dapat terbentuk melalui kepedulian kita dalam menjalankan tanggung jawab baik sebagai karyawan aktif maupun sebagai pimpinan. Sebagai pimpinan sebaiknya kita bisa menjadi contoh yang baik seperti dalam falsafah jawa “Ing ngarso sung tulodo” yang berarti kita harus selalu menjadi contoh baik anak buahnya, “Ing madyo mangun karso” bersama-sama menciptakan usaha, keinginan, niat dan segala upaya, membuat program-program serta “Tut wuri handayani” juga berperan sebagai motivator dengan memberikan semangat salah satunya dengan memberikan reward & punishment


implementasi shitsuke
Implementasi Shitsuke

IMPLEMENTASI PELAKSANAAN 5S

Melibatkan Semua Karyawan dan Semua Bagian

Implementasi 5S harus melibatkan semua karyawan dari semua level, baik dari operator yang paling bawah sampai dengan level top management dan tidak bisa hanya dilakukan oleh sebagian saja. Pada level top management butuh komitment untuk pelaksanaan 5S mulai dari penyediaan sarana dan prasarana, peningkatan kompetensi SDM melalui training juga pemberian reward dan punishment. Pada level operator yang merupakan level dasar atau pondasi diperlukan kepedulian atau awareness. 

Butuh Kepedulian

Apa itu peduli? Peduli berarti mengindahkan, memperhatikan, menghiraukan, tidak membiarkan. Peduli bisa didefinisikan suatu gerak atau perhatian yang di lakukan jiwa sadar seseorang yang di wujudkan ke dalam tingkah laku. 

Apa yang menyebabkan tidak peduli

Banyak hal yang menyebabkan seseorang menjadi tidak peduli, beberapa diantaranya adalah :
  • Kurang pengetahuan atau kurang pelatihan.
  • Percaya bahwa “itu tidak akan terjadi apa-apa ” atau “itu tak akan terjadi saat ini” atau “itu hanya bersifat sementara”
  • Suatu kebiasaan.
  • Percaya bahwa perilaku kerja yang tidak perduli adalah suatu standar yang dapat diterima, karena tidak ada seorangpun yang memperbaikinya pada masa lalu.
  • Dan banyak hal lainnya


Pembagian Kelompok Kerja

Untuk mengefektifkan pelaksanaan 5S dalam perusahaan atau departemen dapat dibagi menjadi beberapa kelompok kerja yang disebut Small Group Activity (SGA). Setiap SGA terdiri dari Koordinator atau Leader dari SGA dan beberapa member. Tugas utama dari setiap SGA adalah memastikan areanya sudah menjalankan 5S secara kontinyu dan terus menerus, serta mendokumentasikan setiap aktivitas 5S menjadi sebuah report. Report sangat berguna selain untuk tujuan dokumentasi juga sebagai sarana belajar dari kelompok lain agar proses implementasi menjadi lebih mudah.Selain itu di banyak perusahaan besar juga sudah mulai dikonteskan / dibuat konvensi untuk 5S


5S> dan Budaya Kaizen

Kaizen merupakan perubahan menjadi lebih baik yang dilakukan secara terus menerus. Secara umum 5S merupakan bagian daripada semangat dan budaya Kaizen karena jika dilihat pada S yang ke-5 atau shitsuke adalah cerminan dari kaizen yang mengharuskan setiap pelaku 5S untuk senantiasa menggulirkan roda PDCA dalam ber 5S hingga mencapai productivitas yang tinggi, Proses yang efisien dan Customer Satisfaction.
Baca juga Kaizen dan Continuous PDCA Cycle

Share:

Senin, 08 Februari 2016

Pupuh Pocung : Ngelmu Iku Kelakone Kanti Laku

PUPUH PUCUNG SERAT WEDHATAMA

Ngelmu Iku Kelakone Kanti Laku
Lekase Lawan Kas
Tegese Kas Nyantosani
Setyo Budyo Pangekese Dur Angkoro
(Pupuh Pocung Dalam Serat Wedhatama : KGPAA MN IV)

Kurang lebih demikian cuplikan tembang macapat Pucung yang
tertulis dalam Serat Wedhatama karangan KGPAA Mangkuregoro IV. Lagu tersebut
kurang lebih menceritakan bagaimana mencari ilmu yang sesungguhnya.

Buku Ebook dan Google
Ngelmu Iku Kelakone Kanti Laku

Dalam kehidupan sehari-hari kita senantiasa diwajibkan
mencari ilmu bahkan sampai mendekati ajal menjemputpun kita masih diwajibkan
mencari ilmu. Berikut ini ada sebuah cerita tentang penebang pohon.

Dikisahkan pada jaman dahulu kala hiduplah seorang pemuda
yang berprofesi sebagai penebang pohon. Ia mempunyai sebuah senjata sakti
berupa kapak tapi bukan kapak nagageni 212. Pada suatu hari dia dapat menebang
hingga 10 pohon dalam sehari hingga beberapa hari dan suatu ketika dia hanya
sanggup menebang 9 pohon, dalam hatinya pemuda tersebut bingung karena ia
seharusnya dapat menebang pohon hingga 10 kenapa hari ini Cuma dapat 9. Esoknya
dia bekerja lebih keras lagi dan ternyata ia hanya sanggup menebang 8 pohon.
Dia terus bertanya-tanya hingga akhirnya dia menemukan jawabannya yaitu
kapaknya semakin tumpul dan harus diasah kembali.

Seperti halnya dalam kehidupan kita, jika kita tidak pernah
mengasahnya maka ilmu yang kita punyai juga akan tumpul dan tidak bisa
digunakan lagi, sehingga kita harus mengasahnya terus menerus. Banyak cara yang
dapat kita lakukan untuk mengasah ilmu salah satunya dengan belajar atau juga
dengan mengajarkan ilmu yang kita punyai kepada orang lain. Karena dengan
mengajar kita juga sambil belajar dan memperdalam ilmu tersebut.

Tujuan Mencari Ilmu adalah Kesuksesan

Kembali ke syair tembang macapat diatas, Ngelmu iku kelakone
kanti laku
artinya keberhasilan dalam kita mencari ilmu itu harus dicapai dengan
pengorbanan, baik waktu, biaya, fikiran dan lain sebagainya. Mungkin yang sudah
bekerja sambil tetep belajar harus meluangkan waktunya untuk belajar ikut
training, seminar dan sumber-sumber ilmu lainnya. Segalanya dijalankan atau
dalam bahasa jawanya dilakoni agar ilmu yang diinginkan tercapai. Tanpa adanya pengorbanan niscaya ilmu tersebut bakal turun dengan sendirinya
Lalu apa tujuan menuntut ilmu? Baris kedua dari syair lagu diatas
Lekase lawan Kas. Lekas artinya mulai dan kas berarti pungkasan atau akhirnya
jadi dapat diartikan mulainya harus dengan niat yang tulus, dengan tujuan yang jelas
supaya hasil akhirnya sesuai dengan yang kita kehendaki. Hasil akhirnya
tertuang dalam baris ketiga Tegese kas nyantosani yaitu tujuannya adalah
sesuatu yang baik bisa berupa kesuksesan, kepandaian dan lain sebagainya yang
akan membuat hidup kita berubah kearah yang lebih baik. Ingat tentang Budaya
Kaizen yang selalu memutar roda PDCA kearah yang lebih baik.
Sebagai penutup di baris ke empat “Setyo budyo pangekese dur
angkoro”
yang mempunyai arti yang kurang lebih sama dengan Hanya niat yang
tulus dan kesungguhan hati yang akan bisa mengalahkan segala rintangan dan
hambatan untuk meraih keberhasilan.

Ilmu Kian Mudah Diperoleh

Banyak cara dilakukan untuk menuntut ilmu, kalo dulu orang
menuntut ilmu harus dengan sekolah formal, atau kursus-kursus formal sekarang
menuntut ilmu menjadi jauh lebih mudah.
Membaca buku-buku, sekarang banyak sekali buku-buku yang
diterbitkan yang mempermudah semua orang yang ingin belajar untuk mencapai apa
yang diiginkan. Bagi yang tidak suka buku cetak sekarang juga banyak tersedia
buku-buku digital atau ebook yang memenjakan kita dalam belajar tanpa harus
membeli buku cetak
Terlebih dengan semakin berkembangnya jaman digital dan internet
belajar menjadi semakin mudah karena banyak sekali kita materi-materi yang
sangat bagus kini tinggal kita cari di google. Mencari materi digoogle sangat mudah sekali tinggal buka google dan ketikkan keyword yang kita cari hasilnya banyak sekali materi-materi atau artikel yang berhubungan yang kita butuhkan.
Google Sumber Ilmu
Mbah Google Salah Satu Sumber Ilmu



Dan akhirnya semoga syair lagu diatas bisa menginspirasi
kita untuk selalu mempertajam kapak, menyongsong setiap tantangan dan berkata “Saya Siap Menghadapi MEA”.



Share:

Minggu, 07 Februari 2016

Kaizen dan Continuous PDCA Cycle

Kaizen PDCA
Kaizen dan Continuous PDCA Cycle


Kaizen sebagai Upaya Perbaikan yang Berkesinambungan

Dilihat dari asal bahasanya Kaizen berasal dari bahasa Jepang, Kai berarti : Berubah dan Zen berarti : Lebih baik, sehingga Kaizen bisa berarti merubah menjadi lebih baik. Secara umum Kaizen dapat diartikan upaya perbaikan yang dilakukan secara terus menerus atau berkesinambungan. Dalam dunia industri Kaizen merupakan salah satu strategi yang digunakan untuk peningkatan dalam segala lini baik itu proses produksi, kwalitas produk, kecepatan dalam delivery untuk menekan biaya operational hingga keselamatan kerja, sehingga Kaizen juga diartikan sebagai Continuous Improvement. Dalam persaingan yang semakin ketat dan luas apalagi dengan adanya MEA ( Masyarakat Ekonomi ASEAN) yang sudah diketok palu oleh Presiden Jokowi, maka Kaizen Mutlak harus dilakukan, karena kita harus bersaing bukan hanya dengan pesaing lokal namun sudah meregional. Jika kita tidak bisa bersaing maka yang ada adalah kita akan terkubur di negeri sendiri dan hanya melihat bangsa lain menikmati keuntungan di bumi kita tercinta ini.

Tujuan BerKaizen

Dalam Penerapannya Kaizen mempunyai beberapa tujuan antara lain :
  • Menghindari (Avoid) Seven Waste yang dapat menimbulkan biaya yang tersembunyi
  • Memberikan Nilai tambah ( Added Value) dalam semua lini
  • Meningkatkan Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction)
  • Dapat menyelesaikan masalah dengan cepat
Selain itu bagi individu yang menerapkan akan menjadi lebih peduli, lebih responsive dalam kehidupan sehari-hari dan akan menjadi insan yang kreatif dan bernilai jual tinggi, karena Kaizen tidak hanya bisa diterapkan didalam industri atau dunia kerja melainkan dalam kehidupan kita sehari-hari ingat salah satu artikel tentang Enam Tahap Meraih Kesuksesan

PDCA dalam pelaksanaan Kaizen

Dalam penerapannya banyak cara yang digunakan untuk menjalankan Kaizen, salah satunya dengan memutar roda PDCA. PDCA Cycle singkatan dari Plan, Do, Check, Action merupakan siklus Contunous Improvement. Siklus PDCA pertama kali dikenalkan oleh Walter A. Shewhart pada tahun 1939 dalam bukunya “Metode Statistik Dari Sudut Pandang Quality Control” dalam bukunya tersebut Shewhart menjelaskan tentang siklus tersebut.
Selanjutnya adalah W. Edwards Deming yang mempopulerkan siklus tersebut dengan nama “Shewhart Cycle” hingga kemudian berubah namanya menjadi PDCA atau banyak orang menyebut dengan “Deming Cycle atau Siklus Deming”.
Dalam pelaksanaannya Siklus PDCA merupakan manifestasi dari Siklus Kaizen yang mana dengan siklus tersebut mengharuskan kita untuk menyelesaikan suatu masalah membuat perubahan, membuat standarisasi dan menggulirkan kembali roda PDCA.

PDCA dan Continuos Improvement

Continuous Improvement dan PDCA adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Dengan adanya Continuous Improvement menjamin roda PDCA untuk terus bergulir. Salah satu methode pelaksanaan Continuous Improvement adalah dengan menggunakan metode PDCA 8 Langkah, yang setiap langkahnya merupakan bagian dari fase PDCA.

Plan : Fase Perencanaan

  • Langkah 1 Menentukan Tema : adalah fase dimana kita menganalisa beberapa masalah hingga menentukan masalah mana yang akan diselesaikan
  • Langkah 2 Menentukan Target : Mencanangkan Target dengan menggunakan kaidah SMART. Untuk kaidah SMART dalam penentuan Target akan kita bahas lebih lanjut.
  • Langkah 3 Analisa Permasalahan : Pada langkah ini kita menganalisa kondisi yang ada (Anakonda) dan menganalisa penyebab masalah. Banyak tools yang bisa kita gunakan dalam tahap ini yang akan dibahas lebih detail pada bab selanjutnya.
  • Langkah 4 Merencanakan Perbaikan : Adalah tahap dimana kita mengumpulkan semua solusi dan memilah mana yang mungkin dilakukan dan mana yang tidak dapat dilakukan berdasarkan tingkat keefektifan dan biaya.

Do : Fase Perbaikan

  • Langkah 5 Melaksanakan Perbaikan : Langkah ini merupakan tindakan nyata dari apa yang sudah tertulis atau terkonsep dalam langkah 4. Dalam langkah ini mungkin banyak sekali kendala yang dihadapi yang mengharuskan kita melakukan upaya perbaikan atau penyempurnaan.

Check : Meneliti Hasil Perbaikan

  • Langkah 6 Meneliti hasil Perbaikan : Adalah langkah dimana kita mengevaluasi setiap upaya perbaikan baik dilihat dari segi proses maupun hasil. Dari sini kita bisa dapat melihat apakah improvement yang kita lakukan sudah sesuai dengan yang diharapkan atau belum. Jika belum kita bisa kembali ke langkah ke 3 Melakukan Re-Analisis

Action: Langkah Selanjutnya

  • Langkah 7 Standarisasi : Untuk menjaga agar improvement yang kita lakukan tetap sustain maka dibuatlah standarisasi. Standarisasi bisa berupa standard proses dan standar hasil. Selain itu fungsi standarisasi adalah untuk menjaga agar kita bisa mencegah masalah berulang.
  • Langkah 8 Menentukan Tema Selanjutnya : Untuk memutar roda PDCA yang terus menerus maka improvement kita tidak boleh berhenti sampai disini, dengan menentukan tema selanjutnya berarti kita akan kembali ke fase Plan lagi dalam Siklus PDCA.
Selain dengan methode PDCA 8 langkah improvement bisa dilakukan dengan methode Pendekatan Six Sigma atau lebih terkenal dengan istilah methode DMAIC yang akan dibahasdi postingan selanjutnya.

Tipe Manusia dalam Pelaksanaan PDCA

Selain support dari perusahaan yang tidak kalah penting adalah SDM. Sumber Daya Manusia atau SDM adalah mutlak dalam pelaksanaan PDCA karena merupakan elemen terpenting. Ada 3 tipe manusia dalam pelaksanaan PDCA

Manusia tipe 1

Adalah Manusia yang mempunyai ide-ide, senantiasa bersemangat untuk membawa atau menggulirkan roda PDCA agar terus naik. Orang ini biasanya mempunyai ide-ide kreatif seorang perencana yang handal dan lebih suka mengkonsep dari pada menjalani rutinitas. Salah satu ciri dari orang ini adalah berorientasi pada masa depan bisa disebut juga Trend Setter.

Manusia Tipe 2

Tipe ini biasanya adalah tipe orang yang selalu menjalankan rutinitas, dia bisa menjalankan apa yang sudah menjadi standar yang biasanya dibuat oleh tipe 1. Selalu berorientasi terhadap masa sekarang dan biasanya dapat disebut follower yang baik. Dia tidak mengkonsep melainkan menjalankan apa yang sudah distandarkan. Tidak menentang perubahan. Dalam prakteknya ini termasuk tipe yang penting karena orang ini bisa menjamin pelaksanaan improvement tetap sesuai dengan standar.

Manusia Tipe 3

Selalu berorientasi kepada masa lalu, Sulit Move On, dan cenderung menentang perubahan. Menganggap masa lalu lebih baik daripada sekarang. Tidak mau berubah dan bahkan menganggap perubahan itu hanya akan menyusahkan dirinya. Dalam pelaksanaan PDCA pasti kita banyak menemui orang tipe ini sehingga itu merupakan tantangan tersendiri yang harus dihadapi.

Sekian dulu artikel tentang Kaizen selanjutnya baca juga tentang Seven Tools yang merupakan bagian dari methode PDCA 8 Langkah, Tetap semangat dalam bekerja bekerja itu adalah sekolah yang dibayar.
Resanarts @2016

Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

Members

Our Facebook Page

Pengunjung Blog

About us

Recent Posts

About Me

One Step Moving Design, Draw your self with the best ones and make your live better

Contact

Nama

Email *

Pesan *

Follow by Email

Recent Posts

Entri Populer

Panel Indicator

Unordered List

Pages

Theme Support